Template by:
Free Blog Templates

Sabtu, 12 November 2011

Puisi 2

Teman

Teman
Seorang yang setia di samping kita
Bukan seseorang yang mengesampingkan kita
Teman
Seorang yang di depan tuk membimbing kita
Bukan seorang yang menghalangi jalan kita
Teman
Seorang yang di belakang tuk mendorong kita
Bukan seorang yang menusuk sayap kita
Teman
Seorang yang di atas tuk menarik kita
Bukan seseorang yang menginjak-injak langit kita
Teman
Seorang yang di bawah tuk menopang kita
Bukan seseorang yang mengikis pondasi hidup kita

Masihkah buth ku anggap 'kita' sebagai 'kita'
Akankah aksara ini membuka sebelah matamu
Aku tak mau puji-pujian yang terukir kekal
Tidak juga tepuk riuh akan kemenanganku
Bahkan histeria saat kau elu-elu kan namaku

Dari poros mana hendak kalian menatapku ?
Aku bukan manusia yang didengar suaranya,
dengan pandangan penuh iba...
Aku butuh
Kita saling mengenal,
saling mengerti
dan mungkin saling memiliki






Ibu

Kau bertahtakan kesempurnaan
Serupa kiasan yang bukan hanya hiasan
Kala aku mencoba berceloteh mungil
Kala aku menapak langkah-langkah kecil
Yang menuntunku menuju terang dari gelap malam
Temaniku menyambut pagi
Kau rajut kosakataku bak serpihan hujan
Membendungnya meluas jadi samudera
Kini sayapku sudah tumbuh
Aku ingin terbang
Akankah kau tiup aku ke paparan langit
Ku ingin melihat
Kuingin mendengar
Ku ingin menyentuh segala sesuatu
Kau tambal roda hidupku dengan daya itu
Hingga ku melajur lurus tak tersisihkan
Kala malam tlah larut
Kanku sita seluruh perhatianmu
Tuk mendengar lantunan syair hidupku
Dan bukan tuk merasa malu
Mendengar desas-desus piluku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar