Template by:
Free Blog Templates

Minggu, 13 November 2011

Musikalisasi Puisi

Beberapa bulan lalu,  bersama teman-teman di SMP saya mendapat tugas Bahasa Indonesia . Tugas tersebut berupa musikalisasi puisi . Maksudnya memberi nada pada puisi yang kita buat sendiri atau mungkin puisi penyair terkenal . Tapi kami wajib membuat puisi tersebut secara manual dan perorangan . Saat kelompok saya kehabisan ide, akhirnya muncul ilham dari seseorang . Ini dia puisinya :



Kerinduan
Rinduku adalah ombak lautan
Menggelora bahana pada kedalamannya
Bergemuruh-guruh menuju tepian
Terhempas pasrah menggapai pantai
Dan percikannya membentur karang
Adalah jeritanku mencakar langit
Mencabik tirai pelataran surgawi


By   : Rifiar Arum Primadiyarta
30 October 2011 / 17 : 48


Nah...di atas sudah tercantum nama pembuatnya . Ilham itu datang dari Pacar temen dekat, namanya Wendy Ayu Putri Viola . Ini dia anaknya...

Puisi tersebut sebagai puisi dasar . Setelah kami olah-olah, jadinya seperti ini :


Kerinduan
Rindu bak ombak lautan
Menggelora membahana
Menuju kedalamannya
Bergemuruh ke tepian

Terhempas pasrah menggapai pantai
Dan percikannya membentur karang
Adalah jeritku mencakar
Cabik tirai langit

(chorus)
Aku merindumu
Ku ingin bertemu
Meski kita jauh
Ku rasa dekat denganmu
Ku ingin kau tahu
Hanyalah kau satu
Meski hujan,Walau badai
Ku kan merindumu
Kau sahabatku


Nada   : Lee Dong Hae-My Everything

Walaupun terkesan agak memaksa dan.....nggak nyambung karena proses pembuatannya yang terlalu singkat, tapi kami berhasil jadi juara 3 (sekelas) . Kami lumayan bangga dengan hasil tersebut . Dan kini saya ucapkan sebanyak-banyak 'terima kasih' untuk Rifiar Arum Primadiyarta . Juga pada temen-temen yang udah berjuang keras : Fenny Cindy, Rimadhani, Dita Herlina, Nafiah Rachma, Wendy Ayu dan Puji Indah .

Tambahan  :

Beberapa hari sebelum tampil, kami dibingungkan dengan bagaimana kami tampil . Tapi setelah kami berkumpul untuk latihan, kami diberikan ilham cadangan :


(Tanpa Judul)


Beratap langit biru
Berteman terik matahari
Berselimut awan
Bersahabatkan hujan

Siang malam tetaplah lama
Tak ada sekat di antaranya
Mencari dan terus mencari
Keberadaan hidup yang hakiki

Di antara kedua waktu
Ku harap adanya jawaban
Matahari tak menjawab
Rembulan tak hiraukan

Haruskah biarkan hidup terus berlalu
Tanpa arah tanpa tujuan tanpa bimbingan
Mau kemana kita
Coba kita bertanya
Mau kemanakah kita
Sudah taukah jawabannya


By  : Mbah'e Fia

Maaf mbah... karena ndak tau namanya, saya tulis berdasarkan perwakilan dari cucunya . Ini dia cucu 'mbah' : Nafiah Rachma Amasta Madatama



Tidak ada komentar:

Posting Komentar