Template by:
Free Blog Templates

Jumat, 18 November 2011

Logo Final Fantasy

Logo awal Final Fantasy yang pertama kali dibuat untuk konsel NES 8bit. Bentuknya sangat simpel. Awalnya Final Fantasy merupakan project untung-untungan Square, sebelum menjadi fenomena.
Bebrapa tahun kemudian, Square kembali meramu game ini untuk konsol PlayStation, bersamaan dengan FF II dalam paket: Final Fantasy Origin. Gambar ini merupakan sosok 'Ksatria Cahaya' (default) yang berbentuk chibi di gamenya.



Logo ini merupakan remake versi Playstation, yang hadir dalam PSP. Gambar sosok 'Ksatria Cahaya' ini dibuat oleh seniman Yoshitaka Amano dalam ultah FF ke 20.



Logo FF II ini merupakan sosok karakter sang 'Emperor' dalam Final Fanstasy II. Sebagai informasi FF II baru dirilis tahun 2003 di Amerika. Sementara di Jepang game ini sudah ada 15 tahun sebelumnya.
Ini merupakan versi PSP dari sang Emperor dengan form lain dan terlihat lebih serem...
Ksartia yang membawa dua bilah pedang ini bernama 'Luneth' sang karakter utama FF III. Nah, di Amerika FF III ini bernama FF VI. Mbingungin....
Dalam versi Jepang, logo pertama FF IV ini nampak sederhana. Di Jepang, logo FF selalu menunjukan karakter yang menjadi kunci kisah FF. Nah, logo ini adalah sosok 'King Highwind'.Kereen nih form-nya...

Untuk versi remake DS ini, Logo FF IV telah diganti bukan sang raja. Para FF-IV mania pasti paling dendam sama satu tokoh ini .Sosok ini bernama Golbez yang telah mencuci otak Kain yang berseteru dengan Cecil, tokoh protagonis dalam FF IV. Tapi form-nya keren juga.
FF IV After Years merupakan sekuel FF IV pada tahun 2009 bagi konsol Nintendo Wii. Logo ini menggambarkan kembalinya 'red moon' yang telah menghilang pada versi sebelumnya.
Mungkin sosok Naga bukanlah karakter utama dalam FF V. Ia hanyalah kendaraan dua putri cantik bernama Lenna dan Krile yang menjadi kunci cerita.
 Logo di atas ini adalah sosok Terra wanita yang menjadi tokoh utama FF VI sedang menunggangi kendaraan Magitek Armor.



Logo Final Fantasy VII ini adalah Meteor yang dipanggil Sepiroth untuk menghancurkan planet. Dalam pertempuran terakhir dengan Cloud Strife, Sepiroth memanggil Meteor besar untuk mendatangkan kiamat. Untungnya meteor tersebut hancur oleh energi Lifestream planet. Happy Ending, walaupun ada sedihnya juga....saat itulah Zack dan Aerith mati....
Logo FF VII Advent Children ini tak hanya diilustrasikan meteor saja, melainkan juga gambaran kebangkitan kota teknologi Midgar. Kisah ini bersetting dua tahun pasca tragedi 'Meteor Sepiroth'.
Sekuel game yang dimainkan oleh tokoh pendukung Squal bernama Vincent Valentine. Vincent memiliki senjata bernama Cerberus. Nah, logo ini adalah bentuk Cerberus.

Inilah logo FF paling romantis sepanjang masa. Gambaran 'Squal' yang memeluk erat 'Rinoa' dengan mesra, melambangkan cinta dan perseteruan yang ada dalam game.SO SWE-ET.....
Logo Final Fantasy IX ini menunjukan kembalinya sosok 'Kristal'dalam seri Final Fantasy, yang sempat menghilang pada FF VII dan VIII. Dalam FF IX, Kristal adalah elemen penting dimana semua jiwa bermula.
Logo ini menggambarkan adegan saat Yuna melakukan tarian pemanggil arwah dalam pilar air. Hal serupa terjadi dalam video FF X dalam game tersebut. Yuna adalah karakter utama wanita dalam FF X. Ia adalah kekasih Tidus sang karakter utama pria.



Logo mirip 'Charlie Angles' ini menggambarkan tiga sosok cantik: Yuna, Rikku dan Paine yang menjadi karakter utama dalam game ini. FF X menceritakan kisah mereka bertiga dalam mencari Tidus, kekasih Yuna.



Inilah logo pertama FF online, yakni FF XI. Sama seperti MMORPG lain, logo ini terdapat gabungan karakter-karakter utama dalam game tersebut diantaranya: Hume, Tarutaru, Galka, Mithra dan Elvaan.



Inilah logo pertama dari semua seri FF yang berukuran lebar keatas. Square dan Amano ingin menggambarkan kharisma Garbanth, salah satu karakter dalam game ini.
Satu lagi logo vertikal keatas yang dimiliki seri FF. FF XII Revenant Wings ini adalah sekuel FF XII yang hadir pada konsol Nintendo DS. Revenant Wings menggambarkan bulan sabit pesawat udara Galbana, yang dikendarai Vaan dan Panelo untuk menjelajah Lemures.
Logo FFXIII ini mengilutrasikan konflik saat Vanille dan Fang bergabung menjadi Ragnarok dalam pusar bumi melawan Cocoon pada pertempuran terakhir. Sedikit susah menerangkannya . Namun bagi gamer yang memainkannya pasti langsung mengerti.

Dalam Final Fantasy XIV ini, Square kembali membuat versi online lanjutan FF XI. Logo tersebut menunjukan ke-14 karakter yang ada dalam game.




 Logo ini menggambarkan perseteruan antara dua belah pihak, yakni pihak Chaos dan Cosmos . Dimana pihak Cosmos sebagai Protagonis .

Nah...dari semua logo FF ada 2 logo yang masih belum aku mngerti....



Meski udah beberapa kali liat trailer,screenshot juga infonya . Karena belum pernah main, jadi mohon dimaklumi....

Yang Menang, yang Game-nya Paling Banyak Diunduh

Agate Studio, pengembang game asal Bandung, bekerja sama dengan Nokia Indonesia mengadakan Mobile Game Developer War 2, kompetisi membuat game mobile dengan konsep yang berbeda.
Jangan lagi pikirkan presentasi yang memukau para juri, tapi menyiapkan produk yang bisa memuaskan pengguna Nokia dari seluruh dunia.
-- Aditia Dwiperdana, Agate Academy Guild Master
Bila pemenang kompetisi serupa lainnya ditentukan oleh tim juri, juara dalam kompetisi ini justru ditentukan oleh seberapa banyak game-nya diunduh oleh para pengguna dalam tujuh hari setelah dirilis di Nokia Store.
Berdasarkan rilis yang diterima KOMPAS.com, Kamis (17/11), Aditia Dwiperdana, Agate Academy Guild Master, mengungkapkan bahwa kompetisi ini ingin melihat pengembangan game dari sisi lain yakni bagaimana menyajikan permainan yang tidak semata-mata mengesankan para juri tapi kesiapan produk secara menyeluruh.
"Jangan lagi pikirkan presentasi yang memukau para juri, tapi menyiapkan produk yang bisa memuaskan pengguna Nokia dari seluruh dunia," kata Aditia. Mekanisme kompetisi ini adalah mengirimkan permainan buatan mereka ke Nokia Store paling lambat 20 Desember 2011 dan dirilis paling lambat 14 Januari 2012.
Dalam tujuh hari, akan dicari tiga game yang paling banyak diunduh tanpa memandang tema atau genre. Hadiah yang sudah dipersiapkan untuk para pemenang adalah Nokia N9, Nokia 700, dan Nokia C2-03.
Menurut Public Relations Manager Agate Studio, Yunita Anggraeni, pihaknya juga membuka pintu bagi studio yang ingin belajar cara membuat permainan mobile, mempublikasikannya ke Nokia Store, hingga tips agar banyak diunduh. Caranya dengan mengikuti Mobile Developer Camp yang bekerja sama Nokia Developer. Keterangan lebih lanjut bisa melihat di website Agate Studio.

Sumber   : KOMPAS.com

Kedatangan Takashi Okita di Bandung

Takashi Tokita, produser game dari Square Enix, Jepang, yang tersohor dengan game-game populer seperti Final Fantasy, datang ke Indonesia. Kehadirannya disambut oleh mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) dalam kuliah umum yang diadakan oleh Jurusan Komunikasi Visual dari Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB, Selasa (9/8/2011).



"Biasanya kami yang mengundang negara lain ke Jepang untuk berkunjung ke Square Enix, ini pertama kalinya Square Enix mengunjungi negara lain. Indonesia adalah negara pertama yang kami kunjungi dan kami belum ada rencana mengunjungi negara lain," ujar Sachiko Takahashi,
Senior Manager, Business Development, Corporate Planning Division Square Enix, usai kuliah umum di Aula Timur ITB, Bandung.
Kedatangan Tokita dan Square Enix terkait dengan kompetisi game yang diadakan Square Enix bersama FSRD ITB dan MIKTI (Masyarakat Industri Kreatif Teknologi Informasi). Tokita hadir untuk memberikan kuliah umum tentang perkembangan industri game pada smartphone.
Peserta kuliah umum ini awalnya dibatasi hanya 200 peserta, namun hari ini jumlah peserta yang diperbolahkan masuk sebanyak 450-an peserta. "Awalnya kami membuka untuk mahasiswa ITB saja, khususnya mahasiswa FSRD, namun ada masukan dari fakultas lainnya di ITB dan kampus-kampus lain di Bandung, akhirnya kami tambah jumlah peserta menjadi 450-an orang," ujar Intan R. Mutiaz., dosen multimedia FSRD ITB yang juga koordinator beasiswa unggulan Diknas untuk Game Animasi.
Mahasiswa-mahasiswa yang hadir berasal dari ITB dan kampus lain seperti Unpar (Universitas Parahyangan), Unpad (Universitas Padjadjaran), yang memiliki ketertarikan yang sama terhadap industri game. Usai memberi kuliah umum, Tokita meluangkan waktu untuk memberikan tanda tangan dan berfoto bersama para mahasiswa.
Salah seorang mahasiswa yang hadir, yakni Lody Reviadi dari jurusan Ilmu Komputer Unpar sengaja datang dan meminta tanda tangan Tokita. "Saya penggemar Final Fantasy dan saya tahu Tokita adalah produsernya. Saat mendaftar saya tidak yakin bisa dapat kesempatan bertemu,
ternyata saat diumumkan di web, ada nama saya. Senang sekali bisa bertemu seseorang yang membuat game yang saya suka," ujar Lody.
Berbeda dengan Lody yang hanya meminta tanda tangan, Sandy Solihin, alumni DKV FSRD ITB tahun 2010 bahkan sengaja datang untuk menemui Tokita. Ia menyelinap ke dalam media session yang diperuntukkan khusus untuk wartawan. Usai sesi tanya jawab dengan wartawan selesai, Sandy menemui Tokita dan menunjukkan karya-karya desainnya yang telah ia
kumpulkan sejak tahun 2006.
"Saya ingin Tokita melihat karya-karya saya. Ada beberapa yang dia sukai, dan saya berharap suatu hari saya bisa bekerja di Square Enix. Tadi saya hanya modal nekat saja. Saya sering menemui orang-orang untuk menunjukkan karya saya ini. Kumpulan karya ini selalu saya bawa
ke mana-mana. Hari ini, saya ingin Tokita juga melihatnya," ungkap Sandy saat ditemui usai pertemuannya dengan Tokita.
Meski tidak lancar melafalkan bahasa Inggris, Tokita berusaha untuk interaktif dengan para fans-nya. Ia menerima fans-nya satu persatu, menanyakan nama masing-masing, dan menuliskan nama mereka secara personal, baru membubuhkan tanda tangan. Ia juga menerima dengan senyum setiap fans yang meminta foto berdua dengannya, maupun foto bersama-sama.


Sebelum memberikan kuliah umum di ITB, ia berkunjung ke satu studio animasi yaitu Kojo Anima dan satu studio game Agate Studio. Berkunjung ke Agate Studi membuatnya teringat kembali masa-masa dua puluh tahun silam, ketika ia mulai menjadi game developer.
"Saya jadi ingat dua puluh tahun lalu, saya punya studio kecil bersama teman-teman saya. Kami bekerja keras, bersama-sama, menghabiskan banyak waktu di studio tersebut. Orang-orang muda dengan semangat yang luar biasa," ungkap Tokita sambil menikmati makan malam di Rumah Makan Cibiuk usai memberikan kuliah umum.
Tokita dan Square Enix datang ke Indonesia untuk merangkul developer game termasuk seperti yang ada di Agate Studio, mengumpulkan ide-ide mereka agar bisa dikembangkan oleh Square Enix. Bekerja sama dengan MIKTI, mereka menggelar kompetigi game di platform Android. Tiga orang pemenang dari kompetisi game yang diadakan ini akan mendapatkan kontrak eksklusif dan game tersebut akan dibantu pemasarannya ke internasional.
"Kami memang berencana membuat game baru untuk smartphone, khususnya Andoid karena saat ini, orang lebih banyak memiliki Android daripada konsol game," tutupnya.
Kedatangannya ke Indonesia untuk pertam kali tidak disia-siakan Tokita untuk mencicipi masakan khas Indonesia. Ia lahap mencicipi gurame goreng dengan sambal hijau khas Cibiuk. Awalnya ia hanya mengambil nasi sedikit, lalu mencoba sambal tersebut. Setelah mencoba dan merasa suka, Tokita menambah nasinya dan menghabiskan gurame goreng serta sambal yang dihidangkan untuknya.
"Saya menyukai masakan pedas dan Indonesia memiliki masakan pedas, contohnya sambal. Saya suka," ujarnya. Makan malam pertamanya di Bandung ini hanya bersama tiga orang wartawan dan empat orang tim Kojo Anima. Usai makan, Tokita berbincang santai seputar kedatangannya di Indonesia. Ia akan mengunjungi tiga kota, yakni Bandung, Jakarta, dan Yogyakarta. Ini merupakan kunjungan tim Square Enix ke luar Jepang.

Final Fantasy Tinggalkan Sistem Turn Based

Seri permainan Final Fantasy besutan Square Enix yang dikenal karena kekuatan grafis dan ceritanya, menggunakan sistem pertarungan yang turn based atau bergantian antara pemain dan lawan. Namun, ada isyarat bahwa Squeenix bakal meninggalkan sistem pertarungan ini dan mulai melirik gaya "Action RPG" yang dianggap sedang zamannya.
Hal itu diutarakan Produser Final Fantasy XIII-2, Yoshinori Kitase, kepada Edge dalam sebuah wawancara baru-baru ini. Dia mengomentari tren munculnya Action RPG yang bermunculan dalam beberapa bulan terakhir ini. Beberapa contoh action RPG dari barat, seperti Dragon Age maupun Mass Effect.
"Sebuah tren... tanggung sendiri akibatnya kalau mengabaikannya," komentar Kitase dalam wawancara tersebut. Dia pun menambahkan bahwa sebuah franchise tidak menutup pintu bagi perubahan di dalamnya, termasuk mengenai sistem pertarungan.
Dalam pasar global, Kitase mengakui bahwa pemain RPG mulai bergeser dari sistem turn-based menjadi lebih langsung dalam action-RPG.  Action RPG sendiri bisa didefinisikan sebagai sistem pertarungan yang menempatkan pemain yang memiliki kontrol penuh atas karakternya.
Dia tidak perlu menunggu giliran untuk menyerang dan sebaliknya juga harus siap dengan musuh yang bisa menyerang sewaktu-waktu. Sistem ini kebanyakan digunakan oleh RPG dari barat yang sekarang mendominasi pasar seperti contoh di atas. Sistem turn-based sendiri menjadi ciri khas dari seri Final Fantasy sejak sekuel perdana.
Dengan sistem tersebut, pemain memberikan instruksi kepada masing-masing karakter sebelum babak pertarungan dimulai, baik menyerang, bertahan, atau merapal sihir. Semenjak FF VI, sistem ini berkembang menjadi Active Time Battle (ATB) yang membuat sistem lebih dinamis dengan karakter yang memiliki atribut lebih cepat yang lebih dulu beraksi.
ATB pada dasarnya tetap turn-based. Hingga seri di konsol generasi terkini, sistem tersebut tetap dipakai meski sudah dipoles sehingga tidak terlalu kentara. Belum jelas, bila rencana ini diwujudkan, belum tentu bisa diterima para penggemarnya.
Mengingat seri Final Fantasy memiliki basis pendukung yang kuat, mulai yang biasa-biasa sampai fanatik. Bisa jadi perubahan sistem pertarungan menimbulkan kontroversi di kalangan penggemar.

Sumber   : KOMPAS.com

Produsen Game Final Fantasy Ajak Developer Indonesia

Masyarakat Industri Kreatif TIK Indonesia (MIKTI) dan salah satu pengembang game terkemuka di dunia Square Enix meluncurkan kompetisi untuk mencari ide dan mobile game terbaik dari Indonesia berbasis Android, platform smartphone paling populer saat ini. Yang menarik, Square Enix memilih Indonesia sebagai negara pertama untuk menggelar kompetisi ini.
"Kami sangat senang bisa menggelar perlombaan ini di pasar yang tumbuh begitu pesat," tutur Keiji Honda, Executive Vice President and Representative Director Square Enix dalam siaran pers yang diterima Kompas.com. "Kami sudah survei ke Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, dan Filipina, tapi kami justru tertarik dengan Indonesia."
Perusahaan yang berkantor pusat di Tokyo itu merupakan penerbit games-games laris macam Final Fantasy yang terjual 100 juta unit di seluruh dunia, Dragon Quest terjual 58 juta unit di seluruh dunia, dan Tomb Raider yang terjual lebih dari 35 juta di seluruh dunia.
Perusahaan raksasa ini sangat terkesan dengan pesatnya pertumbuhan games di Asia. Tahun 2009 saja penjualan games di negara-negara Asia, termasuk China dan Indonesia, sudah mencapai angka Rp 88 triliun atau sekitar 70 persen dari pasar games dunia. Bahkan penjualan game-game berbasis mobile diperkirakan akan mencapai Rp 10 triliun tahun ini.
Rencananya, Square Enix akan mengucurkan dana untuk memasarkan games-games karya anak-bangsa tersebut ke pasar Indonesia dan belahan dunia lainnya. Square Enix akan memasarkan mobile games hasil kompetisi tersebut di Indonesia terlebih dahulu sembari melihat peluang untuk masuk ke pasar-pasar negara lain. Yang unik, para pemenang akan tetap memiliki hak cipta karyanya.
"Dalam kompetisi ini pemenangnya akan bisa terus menikmati jerih kreatifitasnya melalui royalty yang akan mereka terima setelah dipasarkan Square Enix," kata Sekretaris Jenderal MIKTI, Hari Sungkari.
Kompetisi dimulai 1 Agustus 2011. Penjurian akan dilaksanakan di Jakarta tanggal 19-22 September, dilanjutkan di Tokyo, 23-27 September. Juri akan memilih 10 ide games terbaik serta 3 games terbaik untuk mobile phones berbasis Android, OS paling dominan di dunia saat ini. Tiga Games yang sudah jadi dan 10 ide games terbaik akan dipersembahkan dalam acara ICT Award di Jakarta, 4-5 Oktober nanti.
Para pemenang dan MIKTI akan bertindak sebagai pengembang sementara Square Enix akan menyediakan total hadiah sebesar Rp 90 juta, sebagai dana awal. Selain itu mereka juga akan bertindak sebagai Publisher (Penerbit), termasuk membiayai pemasaran dan distribusi games pemenang di Indonesia dan ke seluruh dunia.
Untuk mempromosikan kompetisi ini, MIKTI akan menghadirkan Takashi Tokita, Produser Square Enix yang baru saja meluncurkan game Final Fantasy Legends untuk mobile phone. Mereka juga akan bekerjasama dengan British Council untuk menghadirkan kembali Ian Livingstone, produser legendaris games Tomb Raider dan Presiden Seumur Hidup Eidos yang kini menjadi anak perusahaan Square Enix.
Jadwal Roadshow:
- BANDUNG, Selasa, 9 Agustus 2011: ITB, Fakultas Elektro, Jurusan Games Technology
- JAKARTA, Kamis, 11 Agustus 2011: Universitas Bina Nusantara, Fakultas Ilmu Komputer, Kampus Anggrek
- YOGYAKARTA, 12 Agustus 2011: AMIKOM JOGJAKARTA, Fakultas IT & Ilmu Komputer

Sumber   : KOMPAS.com

Minggu, 13 November 2011

Aksesori keren ala Otaku Shop ! Don't Miss it !!

Menjelang hari natal, Otaku shop memberi diskon besar-besaran 50% s/d 70% untuk para pelanggan . Cepat dapatkan aksesori yang keren dengan harga lebih murah !

One Piece Pocket Watch One Piece Products 104


 Harga asli   : Rp.260.000,00
 Menjadi     : Rp.130.000,00 (hemat Rp.130.000,00)
  Brand       : One Piece














Fullmetal Alchemist Pocket Watch Fullmetal Alchemist Products 

Harga asli   : Rp .260.000,00
Menjadi     : Rp .130.000,00 (hemat Rp.130.000,00)
Brand        : Full Metal Alchemist


D.Gray-man Necklace Anime Necklace D.Gray-man Products 

Harga Asli      : Rp.80.000,00
Menjadi         : Rp.40.000,00 (hemat Rp.40.000,00)
Brand             : D-Gray man











Death Note Necklace Anime & Manga Necklace L Necklace

  
Harga Asli      : Rp.80.000,00
Menjadi          : Rp.40.000,00 (hemat Rp.40.000)
Brand             : Death Note

Detective Conan Ring Anime and Manga Metal Double-Deck Ring Necklace


Harga Asli      : Rp.120.000,00
Menjadi         : Rp.60.000,00 (hemat Rp.60.000,00)
Brand            : Detective Conan

Fairy Tail Necklace Anime Necklace Fairy Tail Products 005 

 

Harga Asli      : Rp.80.000,00
Menjadi          : Rp.40.000,00 (hemat Rp.40.000,00)
Brand             : Fairy Tail

Death Note Ring Death Note Products 004

 

Harga Asli      : Rp.100.000,00
Menjadi         : Rp.30.000,00 (hemat Rp.70.000,00)
Brand            : Death Note


Dan masih banyak lagi aksesori-aksesori lain yang tak kalah menarik.Buruan dapatkan, sebelum kehabisan .

Info selengkapnya, kunjungi  : http://otakushop.com/